Bagaimana Menghindari Gaya Hidup Menetap atau Gaya Hidup Menetap

LENGKONG, AYOBANDUNG.COMGaya hidup menetap atau gaya hidup menetap merupakan salah satu gaya hidup yang berkembang sejak pandemi Covid-19. Gaya hidup ini ditandai dengan berkurangnya aktivitas fisik akibat bekerja dari rumah (WFH) atau belajar dari rumah (SFH).

Orang-orang saat ini biasanya menghabiskan sebagian besar waktu mereka dengan diam menghadap layar, duduk dan berbaring.

Sebuah studi dari The Chinese University of Hong Kong yang diterbitkan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health pada Agustus 2020 mengamati perilaku menetap selama pandemi. Gaya hidup ini dinilai rentan terhadap sejumlah gangguan kesehatan.

Meski belum ada penelitian khusus tentang pembangunan gaya hidup menetap Saat terjadi pandemi di Indonesia, trennya sudah terlihat berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dilakukan Kementerian Kesehatan tahun 2018.

Penelitian tersebut menyatakan bahwa 33,5% penduduk Indonesia kurang aktivitas fisik, angka yang kemungkinan akan meningkat selama pandemi.

Gaya hidup menetap memiliki dampak kesehatan yang tidak bisa dianggap remeh, mulai dari obesitas, hipertensi, diabetes, penyakit jantung, osteoporosis hingga efek kesehatan mental. Siapa pun berisiko terjebak di dalam gaya hidup menetap, bahkan yang muda. Kabar baiknya, hal ini bisa kita kurangi dengan aktif bergerak dan berolahraga, ”ujar Spesialis Kedokteran Olahraga dr. Sophia Hage, SpKO, dalam keterangan resmi yang diterima. Ayobandung.com, Senin (21/12/2020).

Sophia melanjutkan, hal-hal yang bisa dilakukan untuk mencegahnya gaya hidup menetap adalah tetap aktif meskipun Anda berada di dalam ruangan sepanjang hari.

Beberapa aktivitas seperti peregangan bisa dilakukan secara berkala setiap 2 atau 3 jam sekali. Selain itu, merapikan rumah, memperbanyak jumlah jalan kaki, dan mengurangi waktu duduk atau berbaring akan melengkapi olahraga teratur.

Source