Awalnya memenuhi syarat, vaksin Covid-19 bisa dari Rusia, China atau Amerika

RMco.id Orang Bebas – Pemerintah sedang mempersiapkan vaksinasi Covid-19 tahun depan. Vaksin bisa dari mana saja asalkan memenuhi persyaratan. Salah satunya adalah Sputnik V. buatan Rusia.

Kepala Lembaga Biologi dan Pendidikan Tinggi Eijkman Kementerian Riset dan Teknologi, Amin Soebandrio, mengatakan vaksin Sputnik V bisa digunakan di Indonesia jika berhasil mendapatkan izin dan memenuhi persyaratan.

Seperti diketahui, Pemerintah Rusia menyatakan telah mendaftarkan vaksin Covid-19 Sputnik V ke Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia (BPOM).

Berita Terkait : Airlangga: Pemerintah Bawa Vaksin Covid-19 Selain Sinovac

“Negara vaksin tidak menjadi masalah. Vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi bisa berasal dari Rusia, China, Inggris. Yang terpenting, vaksin tersebut memenuhi persyaratan yang dipersyaratkan,” ujarnya, Kamis (24/12).

Amin menjelaskan, faktor-faktor praktis juga bisa menjadi pertimbangan pemerintah dalam pengadaan vaksin dalam program vaksinasi. Faktor praktis tersebut meliputi peralatan pendukung injeksi, rantai dingin, dan harga.

Perlu dicatat, pemerintah Rusia mengklaim bahwa vaksin Sputnik V memiliki keunggulan kompetitif dari sisi praktisnya. Kabarnya, ciri khas Sputnik V adalah membutuhkan rantai dingin pada suhu 2-8 derajat Celcius, waktu penyimpanan hingga dua tahun, kemudian harga terjangkau 10 dollar AS atau sekitar Rp141.000 (kurs 14.100).

Berita Terkait : Varian Covid-19 baru telah tiba di Singapura

“Pemerintah Indonesia pasti akan mempertimbangkan faktor praktis ini dalam pengadaan vaksin. Penyaluran vaksin tersebut ke seluruh Indonesia hingga pelosok daerah,” ujarnya.

Belakangan ini pembahasan tentang kemungkinan penggunaan Sputnik V dalam program vaksinasi nasional kembali mengemuka. Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva mengatakan pihaknya berharap vaksin Sputnik V dapat digunakan oleh negara mitra Rusia untuk mengatasi pandemi Covid-19, termasuk Indonesia.

Apalagi, Presiden Jokowi telah membuat komitmen kerja sama kesehatan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada April 2020. Saat itu, kedua belah pihak sepakat meningkatkan kerja sama untuk mengatasi pandemi Covid-19.

Berita Terkait : Mengapa Saya Harus Takut, Vaksin Aman Dan Halal

“Saya ingin tegaskan bahwa Rusia siap bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dalam mengatasi pandemi Covid-19 di Indonesia,” kata Dubes Vorobieva.

Sejauh ini vaksin Sputnik V telah terdaftar di beberapa negara di dunia seperti Brazil, India, dan Belarusia. Baru-baru ini, Malaysia dikabarkan sedang dalam pembicaraan untuk membeli 6,4 juta dosis vaksin Sputnik V.

Menteri Sains, Teknologi, dan Inovasi Malaysia, Khairy Jamaluddin menjelaskan, pemerintah Malaysia ingin memiliki banyak alternatif vaksin untuk meminimalkan berbagai risiko yang ada. Misalnya, risiko gagal mendistribusikan vaksin kepada 26,5 juta warga atau sekitar 82,8 persen dari total penduduk negara. [WE]


Source