Aturan Mobil Baru Harus Dilengkapi Dengan APAR, Ini Adalah Pengamat Transportasi

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan peraturan baru tentang Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang wajib ada di setiap mobil baru.

Aturan yang akan dimulai tahun ini tak lain adalah mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas berupa pembakaran mobil.

Dengan kotak P3K ini, potensi terjadinya kebakaran mobil bisa dicegah atau setidaknya tidak semakin meluas agar tidak menimbulkan korban jiwa.

Terkait aturan baru, menurut Budiyanto, pengamat masalah transportasi, itu merupakan kebijakan yang cukup baik sebagai pencegahan terhadap segala kemungkinan risiko.

Baca juga: Bisakah SIM Mengganti KTP Saat Bayar Pajak Kendaraan?

Selain itu, aturan mengenai keberadaan perlengkapan wajib di setiap kendaraan roda empat juga telah diatur dalam Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah mobil Range Rover terbakar di Jalan Tol Dalam Kota Cawang-Otista, Jakarta, Rabu (2/9/2020).  Mobil itu terbakar di bahu jalan raya.  Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, mobil Range Rover terbakar pada pukul 09.00 WIB.  Dermaga. TMC Polda Metro Jaya JAKARTA, KOMPAS.com – Sebuah mobil Range Rover terbakar di Jalan Tol Dalam Kota Cawang-Otista, Jakarta, Rabu (2/9/2020). Mobil itu terbakar di bahu jalan raya. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, mobil Range Rover terbakar pada pukul 09.00 WIB. “Kejadiannya pukul 09.00 di KM 1.200 arah Cawang. Mobil Range Rover,” kata Sambodo kepada Kompas.com, Rabu (9/2/2020) pagi. Sambodo terlihat memantau langsung proses pemadaman mobil Range Rover tersebut. hadir sekitar pukul 09.46 WIB. Pantauan dari akun TMC Polda Metro Jaya, terlihat asap hitam mengepul dari mobil yang terbakar. “Bagi pengendara diharapkan menghindari jalur ini. Situasi arus lalu lintas terpantau padat, ”tulis akun TMC Polda Metro. Petugas pemadam kebakaran juga terlihat memadamkan api yang membakar Range Rover. Ruwanto Sudin Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Administrasi Jakarta Selatan. (Sudin Gulkarmat), mengatakan kebakaran mobil sudah teratasi. Sebuah mobil pemadam kebakaran terlihat dikerahkan untuk memadamkan Range Rover yang terbakar. Api sekarang bisa dipadamkan.

Sehingga kewajiban mobil baru untuk menggunakan APAR harus diperkuat dengan regulasi atau aturan yang memayungi. Pasalnya, pada saat penegakan hukum dilakukan, aturannya belum ada.

“Dengan adanya kebijakan atau regulasi untuk mobil terbaru yang dilengkapi APAR, menurut saya kebijakan yang dilandasi oleh inovasi dan pemikiran yang baik dengan melihat perkembangan situasi yang ada,” kata Budiyanto kepada Kompas.com, Senin (18/1/2021).

Mantan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya menilai aturan baru itu tidak hanya disampaikan begitu saja. Namun mulai dari banyaknya kasus mobil yang terbakar belakangan ini.

Baca juga: Inilah Alasan Kenapa KTP Jadi Syarat Wajib Bayar Pajak Kendaraan

“Timbul aturan bahwa pasti ada situasi dengan latar belakang, belakangan ini sering terjadi kebakaran kendaraan bermotor baik akibat korsleting maupun percikan api dari sumber lain,” ujarnya.

Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang dipasang di mobil untuk menangani kebakaran jalanAmazon Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang dipasang di mobil untuk menangani kebakaran jalan

Dengan adanya APAR di setiap mobil, Budiyanto menambahkan, hal tersebut dapat menjadi upaya untuk mencegah dan mengurangi risiko yang mungkin terjadi.

Pasalnya, dengan alat pemadam api portabel ini, pemilik atau pengemudi bisa mengambil langkah cepat untuk memadamkan api yang muncul.

“Saya rasa ini juga sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi risiko besar yang mungkin terjadi. Kalau perlu setiap kendaraan bermotor wajib dilengkapi APAR,” ujarnya.

Baca juga: Ini Syarat Bayar Pajak Kendaraan Satu Tahun di Outlet dan Mobile Samsat

Pertimbangannya adalah dengan adanya alat pemadam api yang minim jika terjadi kebakaran di dalam mobil maka ada tindakan cepat atau preventif.

Dengan begitu api yang terjadi tidak menyebar ke bagian lain dan lebih besar. Selain itu, juga untuk mengurangi risiko yang lebih besar.

“Mungkin yang perlu diperhatikan adalah jenis APARnya supaya bisa berbentuk gas atau cair,” ujarnya.

Source