Atalia Praratya Positif Corona, Pakar: Vaksin Cegah Gejala Parah, Bukan Infeksi Covid-19

KOMPAS.com – Istri Gubernur Jawa Barat Atalia Praratya Ridwan menyampaikan kabar positif terjangkit Covid-19 melalui akun Instagram pribadinya, Sabtu (17/4/2021).

Atalia mengaku belum mengetahui dari siapa, ia meminta mereka yang merasa memiliki kontak dekat untuk segera melakukan pemeriksaan.

“Saya tidak merasakan apa-apa, baunya normal, baru kemarin kepala saya agak pusing. Saya kira sedang hujan,” ujarnya menjelaskan kondisinya.

Sebelumnya Atalia juga sudah dua kali mendapat vaksin Covid-19.

Baca juga: DNA dari Neanderthal memperburuk Covid-19, Kok Bisa?

Menurut ahli biologi molekuler Ahmad Utomo, apa yang dialami Atalia wajar saja. Pasalnya, vaksin Covid-19 tidak memberikan perlindungan 100 persen, tetapi melindungi dari munculnya gejala yang parah.

“Wajar saja. Proteksi vaksin terutama untuk mencegah gejala yang perlu dirawat di rumah sakit,” ujarnya kepada Kompas.com, Senin (19/4/2021).

Seperti dilansir Kompas.com (22/1/2021) sebelumnya, Ahmad menjelaskan, salah satu penyebab orang yang sudah divaksinasi masih bisa tertular Covid-19, karena suntikan diberikan di bagian bahu. Dimana suntikan di bahu menimbulkan antibodi IgG, bukan IgA.

“Kalau untuk mencegah infeksi, (yang dibutuhkan) bukan suntikan di bahu. Tapi, inhaler untuk memicu IgA di rongga pernapasan bagian atas,” imbuhnya.

Yang perlu diperhatikan, antibodi IgG adalah jenis antibodi yang paling umum muncul setelah injeksi bahu dan biasanya beredar di pembuluh darah.

Jadi, meski vaksin Covid dosis kedua sudah disuntikkan, namun ketika virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 masuk melalui saluran pernafasan, gejala infeksi pada saluran pernafasan tetap bisa terjadi, namun tanpa gejala.

“Nah, karena infeksinya ada di rongga atas maka ada perlindungan alami dari imunoglobulin tipe A (IgA). Sedangkan infeksi rongga bawah butuh perlindungan IgG,” ucapnya.

Baca juga: Hasil Uji Vaksin Covid-19 Sinovac di Dunia Nyata, 80 Persen Efektif Mencegah Kematian

KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFAL Ilustrasi Vaksin Covid-19 (shutterstock).

Hal ini menunjukkan bahwa setelah seseorang disuntik dengan vaksin Covid-19 dari berbagai jenis yang ada saat ini, tidak menjamin orang tersebut kebal atau dapat terhindar dari infeksi virus corona.

Namun, vaksin Covid-19 yang disuntikkan di bahu bisa membantu mencegah gejala Covid-19 yang parah.

Sebab seperti diketahui, gejala Covid-19 yang parah cenderung memengaruhi organ vital dalam tubuh penderita, terutama bagi penderita penyakit penyerta seperti kardiovaskular, paru, hipertensi, diabetes, dan lain sebagainya.

“Oleh karena itu, meski sudah mendapat vaksin Covid, protokol kesehatan harus tetap diterapkan,” pungkasnya.

(Gloria Setyvani Putri)

Baca juga: Deksametason Efektif Mencegah Kematian Akibat Gejala Parah Virus Corona

Source