AstraZeneca mengatakan vaksin Covid-19 tidak memiliki produk babi, Berita Dunia Terkini

JAKARTA AstraZeneca kemarin mengatakan vaksin Covid-19 tidak mengandung bahan turunan babi, membantah pernyataan di Indonesia bahwa obat tersebut melanggar hukum Islam.

Majelis ulama tertinggi di Indonesia, Majelis Ulama Indonesia, mengatakan di situsnya pada hari Jumat bahwa vaksin itu “haram” karena proses pembuatannya menggunakan “tripsin dari pankreas babi”.

Namun, dewan menyetujui vaksin AstraZeneca untuk digunakan mengingat keadaan darurat pandemi.

Namun juru bicara AstraZeneca Indonesia Rizman Abudaeri mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Pada semua tahap proses produksi, vaksin vektor virus ini tidak menggunakan atau bersentuhan dengan produk turunan babi atau produk hewani lainnya.”

Indonesia sedang bergulat dengan salah satu wabah terburuk di Asia, dengan 1.455.788 kasus dan 39.447 kematian pada hari Sabtu.

Sementara itu, provinsi Indonesia yang paling dekat dengan Singapura, Kepulauan Riau, termasuk Batam dan Bintan, siap dibuka kembali untuk wisatawan dari negara tetangga karena infeksi telah menurun dan stabil, kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

Rencananya, pembukaan kembali tempat-tempat wisata di Nongsa (Batam) dan Lagoi (Bintan) pada 21 April, menjelang tempat wisata utama negara Bali, yang diharapkan dibuka kembali pada bulan Juni atau Juli, kata menteri setelah bertemu dengan pejabat Batam. di hari Sabtu.

“Batam dan Bintan jauh lebih siap,” ujarnya.

Pembukaan kembali Kepulauan Riau akan membuka jalan bagi Indonesia untuk memiliki “koridor perjalanan yang aman” dengan Singapura, Uno menekankan.

“Angka penularan Covid-19 di Provinsi Kepulauan Riau sudah rata dan stabil, dan di dua tempat wisata Nongsa dan Lagoi belum ada penularan baru,” kata Pak Uno.

Setiap turis asing yang masuk ke Indonesia melalui provinsi harus menunjukkan hasil uji reaksi berantai polimerase negatif dan akan disaring pada saat kedatangan menggunakan GeNose, sistem uji nafas Covid-19.

Teknologi informasi juga akan digunakan untuk melacak pergerakan wisatawan.

Pemerintah Indonesia telah meningkatkan vaksinasi di Batam dan Bintan, menargetkan 30.000 pekerja pariwisata akan diinokulasi pada April. – REUTERS, THE STRAITS TIMES

Source