AS Menyelidiki Kasus Reaksi Alergi Vaksin Covid-19 Pfizer

Reaksi alergi terhadap vaksin Covid-19 Pfizer telah dilaporkan di lebih dari satu negara bagian AS

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK – Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), Jumat (18/12), tengah menyelidiki sekitar lima reaksi alergi yang pernah terjadi. Kondisi ini menimpa masyarakat yang diberi vaksin Covid-19 dari Pfizer Inc dan BioNTech SE di Amerika Serikat (AS) pekan ini.

Direktur Pusat Penelitian dan Evaluasi Biologi FDA, Dr. Peter Marks, mengatakan reaksi alergi telah dilaporkan di lebih dari satu negara bagian, termasuk Alaska. Ia menjelaskan, bahan kimia bernama polietilen glikol (PEG) yang merupakan bahan dalam vaksin Pfizer dapat menyebabkan reaksi tersebut.

Marks mengatakan bahwa reaksi alergi terhadap PEG bisa lebih umum daripada yang dipahami sebelumnya. Kasus Alaska mirip dengan dua kasus yang dilaporkan minggu lalu di Inggris.

Regulator medis Inggris telah mengatakan bahwa siapa pun dengan riwayat anafilaksis atau reaksi alergi parah terhadap obat atau makanan tidak boleh diberi vaksin Pfizer-BioNTech. Namun, FDA telah mengatakan bahwa kebanyakan orang Amerika yang alergi harus yakin akan kondisi aman untuk menerima vaksin.

Orang yang sebelumnya pernah mengalami reaksi alergi parah terhadap vaksin atau bahan-bahan dalam vaksin khusus ini harus menghindari suntikan. Regulator juga mensyaratkan bahwa perawatan medis yang tepat untuk reaksi alergi harus tersedia saat injeksi diberikan jika terjadi reaksi anafilaksis.

Selain pada vaksin Pfizer-BioNTech, kandungan PEG juga terdapat pada vaksin Moderna. FDA mengatakan vaksin Moderna tidak boleh diberikan kepada individu dengan riwayat reaksi alergi parah yang diketahui terhadap komponen injeksi. Vaksin baru saja menerima persetujuan darurat untuk digunakan di AS.

sumber: Reuters

Source