AS Menghapus Perusahaan Jack Ma dari Halaman Daftar Hitam Investor semua

KOMPAS.com – Pejabat Amerika Serikat akhirnya setuju untuk mencabut larangan kegiatan investasi dari warga AS ke perusahaan teknologi raksasa Jack Ma, Alibaba Group Holding Ltd.

Berita itu disampaikan oleh orang dalam yang dekat dengan masalah tersebut, seperti yang dihimpun Bloomberg.

Menurut sumber tersebut, pejabat AS juga telah mencabut larangan berinvestasi di perusahaan China lainnya, yaitu Tencent Holdings Ltd. dan Baidu Inc.

Akibat pemberitaan ini, saham Alibaba dan Tecent di Hong Kong secara bersama-sama naik masing-masing 3,9 persen dan 5 persen.

Keputusan mencabut larangan investasi menjadi titik terang terkait ketidakpastian nasib ketiga perusahaan China di AS.

Pasalnya, pada awal pekan lalu, Alibaba dan Tencent dikabarkan berpotensi masuk dalam daftar tersebut daftar hitam KAMI.

Baca juga: Perusahaan Jack Ma Akan Dinasionalisasi di China, Apa Artinya?

Daftar daftar hitam pada awalnya diisi dengan perusahaan yang diduga didukung atau dikendalikan oleh militer Cina. Daftar hitam ini dikeluarkan oleh Presiden Donald Trump pada November 2020.

Jika perusahaan termasuk dalam daftar Daftar Hitam, Warga negara AS dilarang berinvestasi di perusahaan tersebut. Investor AS yang sudah membeli saham diberi waktu untuk divestasi sahamnya.

Seperti yang telah dikompilasi KompasTekno dari CNBC, Senin (18/1/2021), saat spekulasi Alibaba dan Tencent akan masuk daftar hitam, saham mereka langsung direspon negatif pada 7 Januari lalu.

Saat itu, saat bursa Hong Kong tutup, harga saham Tencent turun 4,69 persen menjadi 568,5 dolar Hong Kong (sekitar Rp 1,03 juta). Sementara harga saham Alibaba turun 3,91 persen menjadi 221 dolar Hong Kong (sekitar Rp 401.000).

Dalam perdagangan pra-pasar, saham Tencent yang terdaftar di AS turun 2,8 persen dan Alibaba kehilangan sedikit.

Rencana pemerintah AS untuk melarang investasi di perusahaan China bukanlah yang pertama. Trump kerap mengeluarkan perintah untuk melarang penggunaan atau investasi perusahaan tirai bambu dari negara tersebut.

Baca juga: Xiaomi masuk daftar hitam di AS, dianggap sebagai perusahaan militer komunis

Misalnya, pada awal minggu Januari 2021, Trump menandatangani perintah untuk melarang delapan aplikasi buatan China, termasuk AliPay dan WeChat Pay, CamScanner, QQ Wallet, SHAREit, Tencent QQ, VMate, dan WPS Office, serta aplikasi milik kepada anak perusahaan mereka.

Tak hanya itu, Trump awal tahun ini juga berencana menghapus (delist) provider telekomunikasi global terbesar asal China, yakni China Telecom Corporation Limited (CHA), China Mobile Limited 0941.HK (CHL), dan China Unicom (Hong Kong) Limited (CHU). ) dari Bursa Efek New York (NYSE).

Baca juga: Tiga Operator Seluler China Diusir dari Bursa AS

Menanggapi sederet wacana pelarangan investasi dan operasi perusahaan China di AS, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian menentang rencana tersebut.

“China menentang politik ekonomi dan masalah perdagangan dan menyalahgunakan kekuasaan negara dan konsep keamanan nasional untuk menekan perusahaan asing,” kata Zhao Lijian dari China.

Zhao mendesak AS untuk menghormati prinsip ekonomi pasar dan menyediakan lingkungan bisnis yang adil, tidak memihak, dan transparan bagi perusahaan asing.

Source