Apa itu Asuransi Unit Link: Pengertian, Cara Kerja, Resiko dan Contoh Halaman semua

JAKARTA, KOMPAS.com – Asuransi unit link belakangan ini ramai diperbincangkan oleh masyarakat, karena sudah banyak laporan nasabah yang mengeluhkan kerugiannya. Lantas, sebenarnya apa sih asuransi unit link itu?

Berikut ulasan tentang apa itu asuransi unit link, lengkap dengan penjelasan cara kerjanya, risiko, dan contohnya.

Dikutip dari akun Instagram resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), asuransi unit link merupakan jenis produk baru yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan proteksi dan investasi.

Baca juga: Mengetahui Apa Kewenangan LMKN Menarik Royalti Lagu

Dengan demikian, karena penggabungan dua produk keuangan yaitu produk asuransi dan investasi maka dapat dikatakan asuransi unit link termasuk dalam kategori asuransi non tradisional.

“Sebagai produk asuransi, manfaat utama unit link adalah untuk proteksi. Manfaat investasi unit link merupakan nilai tambah dari produk tersebut dibandingkan dengan produk asuransi tradisional dan produk investasi murni (unit link vs asuransi tradisional), OJK menjelaskan, dikutip pada Selasa (20/4/2021).

Nah, setelah memahami definisi dari apa itu unit-linked, berikut adalah penjelasan tentang cara kerja unit-linked. Pertama-tama, untuk mendapatkan manfaat proteksi, pemegang polis akan dikenakan biaya sesuai jenis proteksi yang dipilih.

Biaya ini akan mengurangi porsi investasi yang dapat dinikmati pemegang polis. Dalam hal ini yang dimaksud dengan pemegang polis adalah orang atau nasabah yang membayar premi asuransi unit link.

Baca juga: Apa itu Cek: Definisi, Jenis, dan Cara Penggunaannya

“Jika proteksi yang dipilih nasabah bervariasi maka biaya asuransi yang dikenakan akan lebih besar dan akibatnya porsi yang dapat diinvestasikan menjadi lebih kecil,” demikian pernyataan OJK.

Cara kerja asuransi unit link di Indonesia diatur dalam sejumlah regulasi. OJK menjelaskan setidaknya ada 6 ketentuan terkait unit link.

Berikut adalah aturan yang mengatur operasi (cara kerjanya) unit tautan:

  • Keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor KEP-104 / BL / 2006 tentang Produk Unit Link
  • Peraturan OJK Nomor 1 / POJK.07 / 2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan
  • Peraturan OJK Nomor 23 / POJK.05 / 2015 tentang Produk Asuransi dan Pemasaran Produk Asuransi
  • Peraturan OJK Nomor 69 / POJK.05 / 2016 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Asuransi, Perusahaan Asuransi Syariah, Perusahaan Reasuransi, dan Perusahaan Reasuransi Syariah
  • Surat Edaran OJK Nomor 32 / SEOJK.05 / 2016 tentang Saluran Pemasaran Produk Asuransi Melalui Kerja Sama Dengan Bank (Bancassurance)
  • Surat Edaran OJK Nomor 19 / SEOJK.05 / 2020 tentang Saluran Pemasaran Produk Asuransi

Risiko asuransi jiwa unit link

Memahami risiko terkait asuransi unit link sangatlah penting. Pasalnya, dengan mengetahui risikonya, seseorang bisa mengambil keputusan membeli atau tidak membeli unit link.

Baca juga: CN235 Dikirim Prabowo ke Senegal Dengan Skema NIA, Ada Apa?

“Pemegang polis perlu memahami bahwa dana investasi yang terbentuk juga memiliki risiko naik dan turun nilainya,” peringatan OJK.

Risiko naik turunnya dana investasi pada asuransi unit link, tergantung jenis investasi yang dipilih. Jenis investasi unit link apa yang dapat Anda pilih?

Biasanya perusahaan asuransi akan menawarkan jenis investasi yang bisa dipilih, antara lain investasi saham, pendapatan tetap, pasar uang, investasi campuran, dan investasi syariah.

Selain itu, perlu juga dipahami hak dan kewajiban nasabah dalam polis asuransi unit link. Perusahaan asuransi akan menyediakan periode tampilan bebas agar pelanggan dapat mempelajari isi polis dengan baik.

Selama periode tersebut, nasabah dapat membatalkan perjanjian jika tidak menyetujui ketentuan polis (bandingkan unit link vs asuransi tradisional).

Artinya, jangan membeli asuransi unit link jika Anda tidak setuju dengan ketentuan polis tersebut. Tetapi jika Anda setuju dan telah memahami persyaratan rinci, maka silakan beli.

Baca juga: Apa itu Indeks LQ45 dan KOMPAS100

Lantas bagaimana cara nasabah menyampaikan keluhan terkait asuransi unit link? OJK juga menjelaskan tata cara pengaduan jika terjadi masalah dengan perusahaan asuransi.

Jika ada masalah (perselisihan) antara perusahaan asuransi dengan nasabah atau pemegang polis, OJK telah mengatur proses penanganan penyelesaiannya. Penyelesaian pengaduan ditangani terlebih dahulu oleh perusahaan asuransi terkait.

“Kalau tidak ada kesepakatan, penyelesaiannya bisa dimediasi oleh OJK, diselesaikan melalui lembaga alternatif penyelesaian sengketa atau melalui pengadilan,” kata OJK.

Untuk informasi mengenai produk dan layanan keuangan, dapat menghubungi OJK Contact 157 @ contact157 melalui telepon 157 atau Whatsapp 081 157 157 157, contact157.ojk.go.id, dan [email protected] close OJK.

Di Indonesia, banyak perusahaan asuransi yang mulai menawarkan produk asuransi unit link. Contoh asuransi unit link adalah produk yang ditawarkan oleh Prudential Indonesia dan Allianz Indonesia.

Dikutip dari www.prudential.co.id, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) didirikan pada tahun 1995, yang merupakan bagian dari Prudential plc, sebuah grup perusahaan jasa keuangan terkemuka di Inggris.

Prudential plc sendiri memiliki pengalaman lebih dari 168 tahun di industri asuransi jiwa. Adapun di Indonesia, produk unit link yang prudential sejak tahun 1998 menjadi tonggak sejarah dalam peluncuran produk asuransi terkait investasi (unit link) pertamanya.

Baca juga: Mengenal Bank Wakaf Mikro: Pengertian, Manfaat, dan Cara Mengajukan Pinjaman

Sementara itu, dikutip dari www.allianz.co.id, dijelaskan bahwa Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan pada tahun 1981. Pada tahun 1989, Allianz mendirikan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, sebuah perusahaan asuransi umum.

Terkait produk asuransi unit link, Allianz meraih penghargaan asuransi unit link terbaik pada Unit Link Awards 2021 yang diselenggarakan oleh Majalah Investor dan PT Infovesta Utama pada 18 Februari 2021.

Source