Antibodi Baru Muncul 2 Minggu Setelah Vaksin Covid-19

Jakarta, CNN Indonesia –

Ahli biologi molekuler Ahmad Rusdan Handoyo menyatakan antibodi tidak langsung muncul saat seseorang menerima vaksin Covid-19. Dia mengatakan antibodi umumnya muncul paling cepat dua minggu setelah injeksi.

“Rata-rata antara dua hingga tiga minggu,” kata Ahmad kepada CNNIndonesia.com, Kamis (4/2).

Ahmad menuturkan seberapa cepat atau berapa lama tubuh memproduksi antibodi tergantung dari status imun seseorang. Semakin rendah daya tahan tubuh maka semakin lama antibodi terbentuk begitu pula sebaliknya.



Ahli epidemiologi Griffith University Dicky Budiman mengatakan antibodi dapat terbentuk dalam tujuh hari setelah seseorang menerima vaksin. Namun antibodi tersebut belum optimal untuk menangkal penyakit.

“Puncaknya dua minggu setelah penyuntikan kedua. Jadi secara umum dari penyuntikan pertama membutuhkan waktu kurang lebih empat minggu dengan penyuntikan kedua diberikan dua minggu setelah penyuntikan pertama,” kata Dicky kepada CNNIndonesia.com.

Terkait hal tersebut, Dicky mengingatkan bahwa seseorang masih berpotensi tertular Covid-19 ketika antibodi belum benar-benar terbentuk setelah mendapat vaksin. Selain itu, dia mengatakan tindakan pencegahan harus dilakukan setelah seseorang menerima dosis kedua.

Ada berbagai faktor yang mempengaruhi munculnya antibodi, salah satunya adalah usia. Umumnya, anak muda lebih cepat membuat antibodi. Kemudian, kondisi gizi dan penyakit yang diderita seseorang saat menerima vaksin juga mempengaruhi produksi antibodi.

Bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit HIV misalnya, ia menyarankan pemantauan dan konfirmasi laboratorium untuk mengetahui keefektifan vaksin dalam memicu antibodi.

Dicky menambahkan, vaksin Covid-19 harus diberikan sesuai anjuran yaitu dua dosis untuk setiap orang. Dia khawatir seseorang tidak bisa menangkal Covid-19 jika hanya sekali divaksinasi.

“Jadi sangat dianjurkan untuk melakukan injeksi dua kali. Vaksin memang hanya ada satu, tapi untuk Siovac di Indonesia dua kali suntikan,” ujarnya.

Direktur Vaksin Imunisasi dan Biologi WHO Katherine O’Brien mengatakan vaksin Covid-19 saat ini tersedia dalam dua dosis. Berdasarkan penelitian, antibodi muncul sekitar dua minggu setelah seseorang menerima dosis pertama.

“Dosis kedua kemudian meningkatkan respons kekebalan itu dan kami melihat kekebalan menjadi lebih kuat setelah dosis kedua itu,” kata O’Brien dalam sebuah video di akun Twitter Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Namun, O’Brien mengakui, WHO belum mengetahui secara pasti sampai kapan kekebalan yang dihasilkan dari vaksin bisa bertahan. Saat ini, WHO mengaku sedang memantau masyarakat yang sudah mendapat vaksin untuk mengetahuinya.

“Jadi kita memang harus menunggu beberapa saat untuk melihat sampai kapan vaksin ini bisa bertahan,” ujarnya.

(jps / DAL)

[Gambas:Video CNN]


Source