Anggaran militer Jepang telah melonjak hampir US $ 52 miliar, ini daftar belanjanya

ILUSTRASI. Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengamati Angkatan Udara Bela Diri Jepang di Pangkalan Udara Iruma di Sayama, Prefektur Saitama, Jepang, 28 November 2020

Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID – TOKYO. Hari ini, Senin (21/12), Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga menyetujui usulan anggaran militer untuk tahun 2021. Anggaran militer Jepang untuk tahun depan kembali meningkat dari tahun sebelumnya.

Reuters melaporkan bahwa Kementerian Pertahanan Jepang akan menerima dana hingga ¥ 5,34 triliun atau setara dengan US $ 51,7 miliar untuk tahun depan, mulai April. Jumlah ini naik sekitar 1,1% dari tahun ini. Peningkatan ini juga menandai peningkatan selama 9 tahun berturut-turut.

PM Suga kemungkinan akan melanjutkan penguatan militer Jepang yang telah lama dikejar oleh pendahulunya, Shinzo Abe. Salah satu alasannya adalah bersiap menghadapi risiko ancaman dari negara tetangga seperti China.

China sendiri tahun ini nampaknya semakin giat memainkan armada tempurnya di kawasan Asia Timur, baik di darat, laut, maupun udara.

Pemerintah Beijing dikatakan berencana untuk meningkatkan pengeluaran militernya sebesar 6,6% tahun ini, peningkatan terkecil dalam tiga dekade.

Baca juga: Dengan kemampuan anti kapal selam, Korea Selatan membawa 12 unit helikopter MH-60R Seahawk

Daftar belanja militer Jepang

Dengan peningkatan anggaran yang disetujui, sejumlah kendaraan dan berbagai teknologi tempur kini telah ditambahkan ke daftar pengeluaran militer Jepang.

Pertama, Jepang berencana membangun jet tempur baru dengan biaya sekitar US $ 40 miliar. Jet tempur baru tersebut diharapkan selesai pada tahun 2030.

Proyek jet tempur tersebut akan dipimpin oleh Mitsubishi Heavy Industries Ltd dengan bantuan dari Lockheed Martin Corp. Dalam anggaran baru, proyek ini disebut-sebut mendapat tambahan dana hingga US $ 706 juta.

Baca juga: Pertama dalam sejarah, kecerdasan buatan berhasil menerbangkan jet tempur AS




Source