Android Vs iOS, Siapa yang Menghisap Sebagian Besar Data Pengguna?

Jakarta, CNBC Indonesia – Seorang peneliti menemukan bahwa Android dan iOS mengirimkan data pengguna ke Google dan Apple. Hasilnya, Android mengirim 20 kali lebih banyak ke Google daripada para pesaingnya.

Penemuan ini dibuat oleh Douglas Leith dari Trinity College Ireland. Untuk penelitian dia menggunakan Pixel 2 yang menjalankan Android 10 dan iPhone 8 dengan iOS 13.6.1. Dengan iPhone di-jailbreak saat Google Play aktif di ponsel Pixel.

Hasilnya, kedua sistem operasi mengirimkan data telemetri. Bahkan ketika pengguna belum login atau mengkonfigurasi pengaturan privasi untuk opt-out pengumpulan data, dikutip dari BGR, Senin (12/4/2021).

Selain itu, saat pengguna memasukkan kartu SIM atau menjelajahi layar Pengaturan, kedua OS tersebut juga mengirimkan data pengguna. Bahkan dalam model siaga, peneliti menemukan perangkat yang terhubung ke server back-end per 4,5 menit.

Aplikasi prainstal di ponsel itu juga bertugas mengirimkan data ke dua raksasa teknologi dunia itu. Di Apple ada Siri, Safari dan iCloud yang melakukan pendataan.

Sementara itu, aplikasi seperti Chrome, Youtube, Google Docs, Safetyhub, dan Google Messenger akan melakukan ping ke Google, bahkan saat tidak terbuka atau sedang digunakan.

Peneliti melihat jumlah data yang dikirim oleh masing-masing OS. Hasilnya, Android mengirimkan data 1MB dan iOS 42KB. Setiap 12 jam, Android mengirim 1MB ke Google sementara iOS 52KB ke Apple. Juga di seluruh AS, Google mengumpulkan data sebanyak 1,3 TB, Apple ‘hanya’ 5,8 GB.

Lalu apa yang dikumpulkan? Douglas mengatakan ada nama pengguna, alamat email, data kartu pembayaran, dan perangkat lain. Ada juga data mengenai alamat IP perangkat yang akan mengungkap lokasi pengguna.

Kedua perusahaan telah mengomentari penelitian ini dan dengan suara bulat menyatakan keberatan atas hasil tersebut. Google mengatakan ada kelemahan peneliti dalam mengukur volume data dan mengatakan hasil studi berbeda dengan temuan internal perusahaan.

“Kami mengidentifikasi kelemahan dalam metodologi pengukuran volume data dan tidak setuju dengan makalah yang mengklaim perangkat Android berbagi data 20 kali lebih banyak daripada iPhone. Menurut hasil kami, temuan tersebut rusak dan kami membagikan masalah metodologis kami dengan peneliti sebelum dipublikasikan,” dia kata. Google.

Perusahaan menyamakan pembagian data ini dengan mobil kerja modern. Yakni dengan mengirimkan data standar mengenai komponen, status keselamatan dan jadwal servis ke produsen mobil.

“Dan telepon seluler juga melakukan pekerjaan yang sama. Laporan ini merinci komunikasi yang membantu memastikan bahwa perangkat lunak iOS dan Android terbaru, layanan berfungsi dengan baik dan telepon aman serta berjalan secara efisien,” lanjut Google.

Seorang juru bicara Google menambahkan bahwa tidak akurat bahwa pengguna dapat memilih keluar dari data telemetri. Sebagai informasi, telemetri dari layanan Konfigurasi Perangkat diperlukan untuk memperbarui atau menambal OS.

Seorang juru bicara Apple pun membeberkan sejumlah kesalahan dalam penelitian tersebut. Menurutnya, Apple memberikan transparansi dan kontrol untuk pengumpulan data pribadi, termasuk perlindungan privasi untuk melacak lokasi pengguna.

[Gambas:Video CNBC]

(roy / roy)


Source