Alasan Pakar Memperingatkan Gempa Lebih Besar di Mamuju

Jakarta, CNN Indonesia –

Pakar Geologi Bencana Universitas Hasanuddin Prof.Dr Eng Ir Adi Maulana, ST, M.Phil mengatakan tren tersebut gempa bumi tindak lanjut di sekitar area tersebut MamujuMejene Sulawesi Barat semakin kecil dan kecil.

Jadi, dia berharap masyarakat tidak gemas, tapi tetap waspada terhadap potensi gempa yang lebih besar. Sebab, hal ini tercermin dalam sejarah gempa bumi di kawasan tersebut, pernah terjadi gempa bumi besar pada tahun 1967 dan 1969 dengan kekuatan 6,9 skala Richter.

“Gempa terakhir 6,2, sehingga diperkirakan masih ada energi gempa yang belum dilepaskan,” ujarnya.



Hal tersebut disampaikan Adi menanggapi keprihatinan dan permasalahan yang menyebutkan adanya potensi gempa di Sulbaritu yang lebih besar dan berpotensi tsunami.

Gempa susulan atau setelah terkejut merupakan gempa bumi yang terjadi setelah gempa utama (gempa terbesar).

Sebelumnya, BMKG sempat menyampaikan harapan agar gempa yang mengguncang kawasan sekitar Mamuju dan Majene tidak bertambah besar.

Pasalnya, gempa kedua yang terjadi pada Jumat pagi berkekuatan 6,3 SR lebih kuat dari gempa sebelumnya. Pada Kamis (14/1) gempa serupa terjadi dengan magnitudo 5,9.

Dalam wawancara dengan CNNIndonesia TV, Koordinator BMKG untuk Mitigasi Gempa dan Tsunami, Daryono menjelaskan bahwa keprihatinan ini didasarkan pada sejarah wilayah Sulawesi Barat yang pernah mengalami gempa bumi lebih besar dari skala 6.2.

Sehingga dikhawatirkan energi tersebut masih menumpuk dan belum dilepaskan. Hal tersebut tercermin pada kasus gempa Lombok yang diguncang gempa bumi besar sebanyak lima kali, pasca gempa susulan.

Oleh karena itu, Adi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, namun jangan panik. Ia berpesan kepada masyarakat untuk menghindari bangunan atau bangunan yang roboh, agar tidak hancur saat terjadi gempa susulan.

Selain itu, kita juga harus menghindari kawasan pesisir, karena jika gempa susulan terjadi di laut, maka tsunami bisa terjadi, ujarnya seraya mengingatkan, jika terjadi gempa susulan maka akan menyebabkan keruntuhan di Selat Makassar, seperti yang terjadi. di Palu.

Selain itu, lanjut Adi, lereng terjal juga harus dihindari, karena biasanya gempa susulan menimbulkan longsor.

Menurut dia, gempa susulan sangat banyak kemungkinannya tergantung dari besaran gempa dan juga kondisi geologi di sekitarnya. Jadi, semakin besar besarannya setelah terkejut Biasanya banyak, semakin kompleks kondisi geologi (jenis batuan dasar, struktur geologi) juga sangat berpengaruh.

Yang jelas masyarakat Sulbar, khususnya Majene dan Mamuju harus tetap waspada, tapi tidak perlu panik dan keluar dari Kota Mamuju, ujarnya.

Ia berharap dalam kasus di Sulawesi Barat, semua energi gempa sudah dilepaskan, dan kalaupun ada gempa susulan dipastikan lebih kecil.

Untuk saat ini, lanjutnya, yang terpenting adalah keselamatan jiwa dulu dengan tetap waspada, sehingga dapat mengurangi risiko.

(ex)

[Gambas:Video CNN]


Source