Akhir dari Halaman Polemik Vaksin Nusantara semua

KOMPAS.com – Hai apa kabar? Semoga Anda sehat karena karunia kesehatan tubuh, pikiran dan jiwa.

Saya membedakan ketiganya karena pengalaman mereka berbeda. Meski tidak selalu, kesehatan fisik yang paling mudah dikenali bisa jadi merupakan prasyarat kesehatan mental dan mental.

Bagi anda yang sedang berpuasa selamat berpuasa Iya. Kita sudah memasuki minggu kedua puasa dengan kegiatan menyambut lebaran yang semakin beragam.

Variasi aktivitas yang semakin meningkat mudah dikenali. Jalan cenderung macet pada jam-jam tertentu, pusat perbelanjaan ramai tidak hanya di akhir pekan dan tempat makan ramai saat buka puasa.

Di tengah aktivitas yang semakin beragam dan intens, kami menemukan kabar baik. Anda pasti akan berkontribusi untuk kabar baik ini.

Protokol kesehatan diterapkan dengan disiplin dan ada pengawasan. Meski ada satu-dua-tiga yang diabaikan, tidak jarang petugas yang melihat mengingatkan dan kemudian dipatuhi.

AFP / ADEK BERRY Boeing 373-800 NG Garuda Indonesia dengan desain topeng di bagian depan pesawat, saat diparkir di bandara Tangerang, Banten, Senin (12/10/2020). Pemasangan ‘masker’ di pesawat itu digelar untuk mendukung kampanye Gerakan ‘Ayo Pakai Masker’ dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19.

Meningkatnya variasi dan intensitas aktivitas sehari-hari yang dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan secara disiplin tercermin dari kemampuan bangsa kita dalam menjaga kurva tetap datar dan cenderung turun.

Setelah mencapai puncaknya pada 30 Januari 2021 dengan tambahan 14.518 kasus positif harian, angkanya secara bertahap turun menjadi 5.000-6.000 kasus positif harian.

Tentu saja, kami belum memenangkan pandemi. Namun, disiplin kita berharap protokol kesehatan perlu diapresiasi dan dipelihara.

Jangan bosan memakai topeng, jaga jarak dan hindari keramaian.

Sudah setahun kita berlatih mempraktekkan ketiga hal tersebut, semoga sudah menjadi kebiasaan sehari-hari yang ringan tanpa ada beban atau paksaan.

Sejumlah batasan yang saya temui juga diberlakukan dengan tertib. Di stasiun kereta, di pasar, di pusat perbelanjaan dan di tempat makan, misalnya.

Temperatur tubuh pengunjung yang datang diperiksa satu persatu. Ketika jam operasional yang diizinkan berakhir, pengumuman diulangi 30 menit sebelumnya.

Pemilik toko dengan sopan juga mengingatkan pengunjung akan batasan waktu sekaligus menutup toko dengan membereskan meja dan kursi.

Ilustrasi menolak memakai topengshutterstock Ilustrasi menolak memakai topeng

Saling mengingatkan demi kesehatan dan kebaikan bersama juga merupakan kebiasaan yang baik disamping soal disiplin pribadi dengan tata cara kesehatan.

Kami belum berhasil memenangkan pandemi meskipun kami telah menemukan beberapa tanda baik dan lebih banyak vaksin yang disuntikkan.

Oh yaSoal vaksin, pekan lalu publik heboh dengan yang disebut vaksin Indonesia. Vaksin Nusantara digagas mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Tiba-tiba, terjadi tindakan mendukung dan menolaknya.

Situasi mendadak seperti pemilu karena melibatkan sejumlah elit, tokoh masyarakat, dan tokoh politik.

Upaya pencarian vaksin keduanya menggunakan prinsip penelitian yang ketat termasuk metode dendritik vaksin Nusantara namun menemui kendala, ditarik ke ranah politik dalam bentuk aksi suportif.

Beruntung keadaan tidak bertambah parah karena semua pihak yang benar-benar berniat dan berusaha sekuat tenaga untuk menanggulangi pandemi itu dipertemukan.

Senin (19/4/2021), Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal Andika Perkasa, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito, dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin bertemu.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait dendritik penelitian berbasis layanan seluler.Dispenad Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait dendritik penelitian berbasis layanan seluler.

Disaksikan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhajir Effendy, ketiganya menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) terkait penelitian berbasis layanan sel dendritik.

Berdasarkan MoU tersebut, penelitian berbasis layanan sel dendritik dilakukan untuk meningkatkan kekebalan terhadap virus SARS-CoV-2.

Selain memandu prinsip-prinsip penelitian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, penelitian ini juga bersifat alami autologus.

Autologous Artinya penelitian tersebut hanya digunakan untuk pasien sendiri sehingga tidak dapat dikomersialkan dan tidak diperlukan persetujuan distribusi.

MoU tersebut bukanlah kelanjutan dari uji klinis adaptif fase 1.

Uji klinis fase 1 yang sering disebut oleh berbagai kalangan sebagai program vaksin Nusantara ini masih harus merespon beberapa temuan BPOM. kritis dan utama.

Vaksin Indonesia menjadi kontroversi dan memunculkan tindakan pendukung karena BPOM belum mengeluarkan persetujuan pelaksanaan uji klinis (PPUK).

Aksi dukungan ini berawal dari sejumlah anggota DPR yang menyatakan diri menjadi relawan dalam pengembangan vaksin Indonesia.

Pengambilan sampel darah terkait uji klinis fase II dilakukan di Rumah Sakit Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (14/4/2021).

Kepala BPOM mengatakan proses pembuatan vaksin Indonesia melewati proses yang telah disepakati.

Menurut Penny, seharusnya vaksin dalam negeri sudah melalui tahap praklinis sebelum memasuki tahap uji klinis tahap I.

Tim yang memproses vaksin menolak tahap itu.

MoU meredakan ketegangan akibat tindakan mendukung dan menolak upaya baik semua pihak untuk mengatasi pandemi.

Pernyataan pers yang disampaikan Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kiri) usai melakukan pemeriksaan fasilitas produksi dan uji klinis fase III vaksin COVID-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Selasa (11/11). 8/2020).  Dalam kegiatan ini juga dijadwalkan injeksi 1.620 relawan subjek yang ditargetkan untuk seluruh uji klinis termasuk otorisasi dari BPOM yang akan selesai pada Januari 2021.ANTARA FOTO / DHEMAS REVIYANTO Pernyataan pers yang disampaikan Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kiri) usai melakukan pemeriksaan fasilitas produksi dan uji klinis fase III vaksin COVID-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Selasa (11/11). 8/2020). Dalam kegiatan ini juga dijadwalkan injeksi 1.620 relawan subjek yang ditargetkan untuk seluruh uji klinis termasuk otorisasi dari BPOM yang akan selesai pada Januari 2021.

Penelitian berdasarkan pelayanan sel dendritik yang diambil Terawan dengan vaksin Indonesia berpedoman pada prinsip penelitian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain itu, penelitian juga sifatnya autologus. Penelitian hanya digunakan untuk pasien sendiri sehingga tidak dapat dikomersialkan dan tidak diperlukan persetujuan izin edar, termasuk dari BPOM.

Langkah yang bagus dan melegakan semua orang yang bertekad untuk melakukan yang terbaik.

Terkait upaya yang baik, beberapa larangan ditekankan mengingat potensi kerugian yang akan terjadi.

Tidak semua upaya baik terwujud dengan cepat.

Hidup usaha yang baik.

Salam panjang umur,

Wisnu Nugroho

Source