Ada Orang yang Hutang 40 Pinjol, OJK Sarankan Ini

Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta masyarakat bijak dalam menggunakan layanan pinjaman online alias pinjol. Ini termasuk melihat kapabilitas dan juga tidak terkait dengan fintech ilegal.

Artinya .., selain bijak (sesuai kemampuan), legalitas juga harus diperhatikan. Tidak ada kaitannya dengan fintech ilegal, kata Anggota Dewan Komisioner Perlindungan Konsumen OJK Tirta Segara kepada CNBC Indonesia. , Selasa (20/4/2021).

Untuk mengecek legalitas fintech, Tirta menjelaskan bisa menghubungi kontak OJK ke 157. Selain itu bisa melalui WhatsApp 0811-5715-7157,

Ia menjelaskan cara menggunakan channel WhatsApp cukup dengan mengetikkan nama fintech yang ingin Anda cek legalitasnya. Selain fintech, Anda juga bisa mengecek nama-nama investasi ilegal yang beredar seperti Vtube atau Fingo.

Beberapa waktu lalu, Tirta pernah mengatakan ada konsumen yang meminjamkan uang ke 40 fintech. Konsumen mengadu ke OJK karena data pribadinya tersebar di nomor kontak di ponselnya akibat kesulitan melunasi utangnya.

Ia tidak tahu apa tujuan konsumen meminjam uang dari banyak fintech. Tirta juga mengaku belum mengetahui kemampuan konsumen dalam melunasi pinjamannya.

Namun dengan meminjam dari banyak fintech, menurutnya konsumen tidak bijak. Itu pula yang diingatkan untuk bijak saat berhadapan dengan tawaran pinjam uang.

“Jadi pesan saya adalah: konsumen harus bijak dalam menyikapi tawaran pinjam uang, dan tidak berurusan dengan fintech ilegal. Sepertinya mudah, tanpa syarat apapun, tapi bisa menjerat kita,” kata Tirta.

Sedangkan bunga lending di fintech, kata Tirta, memang jauh lebih tinggi dibanding di perbankan. Karena tidak ada agunan di fintech, sehingga berisiko lebih tinggi dibanding meminjam ke bank yang menggunakan agunan.

“Iya… bunga juga punya unsur risk premium. Karena fintech loan tanpa agunan, risikonya lebih tinggi dari pinjaman bank yang harus diagunkan. Makanya, bunga fintech lebih tinggi dari bunga bank. Investor. Imbal hasilnya lebih tinggi. lebih tinggi dari imbal hasil deposito, “jelasnya.

[Gambas:Video CNBC]

(roy / roy)


Source