8 Penyebab Sakit Rahang, Waspadai Indikasi Penyakit Serius Seperti Autoimun

TEMPO.CO, Jakarta – Anda atau orang yang dekat dengan Anda mungkin pernah mengalami nyeri rahang yang membuat Anda sulit untuk makan dan minum. Gejala nyeri rahang cenderung bermacam-macam, mulai dari nyeri rahang yang disertai nyeri pada wajah, rahang terasa terkunci, rahang berdecak, rahang sulit bergerak, kesulitan mengunyah dan membuka mulut, sensasi terbakar di mulut dan gigi sensitif.

Dalam kebanyakan kasus, nyeri rahang tidak memerlukan perhatian medis. Namun terkadang nyeri rahang bisa menjadi indikasi penyakit yang lebih serius, jadi Anda harus segera mencari pertolongan medis. Dilansir Medical News, saat ini ada beberapa penyebab nyeri rahang, di antaranya:

  1. Trauma Rahang

Nyeri rahang bisa disebabkan oleh trauma dari patah rahang (akibat terjatuh atau benturan yang melukai rahang), dislokasi rahang (akibat membuka mulut terlalu lebar, misalnya saat menguap). Cedera yang terjadi pada rahang ini dapat menyebabkan ketegangan otot yang membuat rahang terasa nyeri.

  1. Gigi terkatup

Beberapa orang memiliki kebiasaan menggemeretakkan gigi saat tidur atau saat stres emosional, hal ini dikenal dengan istilah bruxism. Selain menyebabkan nyeri rahang, kebiasaan ini dapat menyebabkan kerusakan gigi yang parah.

  1. Randang Joint

Kondisi peradangan seperti osteoartritis, sinovitis, rheumatoid arthritis, dan radang sendi psoriatis dapat mempengaruhi tulang rahang, menyebabkan nyeri.

  1. Kondisi Gigi

Kondisi gigi, seperti gigi berlubang, gusi bengkak, celah gigi, gigi rusak dan abses dapat menyebabkan nyeri pada rahang.

  1. Nyeri Neuropatik

Nyeri ini terjadi ketika saraf rusak dan mengirimkan sinyal nyeri ke otak. Gejala nyeri rahang neuropatik mungkin menetap atau muncul hanya beberapa kali. Contoh nyeri neuropatik termasuk neuralgia trigeminal, neuralgia postherpetik, dan nyeri terkait kanker.

  1. Kondisi Vaskular

Terkadang masalah pada sistem vaskular dapat menyebabkan nyeri rahang, termasuk kondisi vaskular arteritis temporal dan angina. Pada arteritis temporal, arteri di kedua sisi kepala (di area pelipis) meradang, menyebabkan sakit kepala dan nyeri rahang. Kondisi ini juga bisa membahayakan penglihatan seseorang.

Berada dalam kondisi angina vaskular, yaitu saat jantung tidak mendapatkan cukup oksigen, biasanya karena penyumbatan pada arteri koroner. Hal ini dapat menyebabkan nyeri dada dan nyeri rahang. Seseorang yang mengalami angina juga berisiko mengalami serangan jantung.

Baca: Sakit Leher, Wajah Dan Rahang Saat WFH Melakukan Peregangan Berkala Dan 4 Tips Ini

  1. Osteomielitis

Osteomielitis adalah infeksi yang dapat terjadi akibat komplikasi setelah operasi gigi. Meskipun jarang, osteomielitis dapat memengaruhi tulang rahang dan jaringan terkait.

  1. Kondisi lain

Beberapa kondisi lain yang dapat menyebabkan nyeri rahang antara lain gangguan kelenjar ludah, stres, kelelahan, kurang tidur, kondisi autoimun (seperti lupus), fibromyalgia, radang selaput lendir, infeksi telinga, dan beberapa kondisi mental.

Beberapa kasus nyeri rahang tidak memerlukan penanganan medis, namun sebaiknya segera konsultasikan ke dokter jika:

  • Pengobatan rumahan tidak mengurangi nyeri rahang.
  • Nyeri rahang mengganggu rutinitas harian Anda.
  • Ada perubahan cara rahang bergerak.
  • Rahang mengeluarkan bunyi “klik” atau pop saat bergerak.
  • Nyeri rahang yang menyebar ke sekitar leher atau punggung atas.
  • Nyeri rahang disertai sakit mata, perubahan penglihatan atau sakit kepala.
  • Nyeri rahang disertai dengung di telinga.
  • Ada pembengkakan di sekitar rahang, yang bisa jadi merupakan tanda infeksi.

DELFI ANA HARAPAN

Source