7 Persen Orang Tolak Vaksin Corona Pak Luhut, Ada Apa Ini?

RMco.id Orang Bebas – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan memutuskan, akhir tahun ini suntikan vaksin Corona sudah bisa dilakukan. Namun, masih ada 7 persen masyarakat kita yang menolak vaksin Corona dan 30 persen belum. Apakah akan divaksinasi atau tidak. Tuan Luhut, bagaimana dengan ini?

Sejak awal bulan ini, kami telah mengimpor 1,2 juta vaksin Corona dari Sinovac, China. Vaksin tersebut sedang diujicobakan oleh BPOM, disusul oleh MUI.

Jika izin dari BPOM keluar, Luhut optimistis akhir Desember nanti vaksin Corona sudah bisa disuntikkan. Wakil Ketua Komite Pengendalian Covid-19 dan Kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional yakin proses injeksi vaksin akan berjalan lancar.

Juru bicara vaksinasi, Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, sebelum vaksin Sinovac tiba, pihaknya sudah melakukan sejumlah persiapan. Salah satunya dengan melakukan survei penerimaan vaksin.

Dari hasil survei tersebut, 65 persen masyarakat berharap vaksin bisa menjadi solusi memutus mata rantai penularan virus corona. Dia berkata bahwa seseorang telah menolak. Tapi jumlahnya tidak banyak. Sekitar 7,6 persen.

Berita Terkait : FDA Mengeluarkan Izin Penggunaan Darurat Untuk Vaksin Moderna, AS Lebih Percaya Diri

“Tapi yang belum memutuskan 30 persen, 65 persen berharap vaksin benar-benar menjadi solusi atau kawan (berharap) vaksin ini menjadi game changer di masa depan untuk keluar dari pandemi,” kata Nadia dalam tulisannya. pernyataan kemarin.

Ia mengatakan, pemerintah telah menetapkan 6 jenis vaksin Corona yang akan digunakan di Indonesia. Keenam vaksin tersebut adalah yang diproduksi oleh PT Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer dan BioNTech, serta Sinovac.

Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Persatuan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban mengatakan, penolakan tersebut perlu ditanggapi dengan serius oleh pemerintah.

Masalahnya, pemerintah tidak bisa memaksa semua warganya untuk disuntik vaksin. Ia mengatakan, program vaksinasi harus atas persetujuan warga atau pasien. Hal ini penting untuk mempengaruhi konsentrasi pasien pada saat penyuntikan. Dalam ilmu kedokteran, kata dia, ada istilah kerahasiaan dan konsentrasi.

Namun, untuk kepentingan publik, pemerintah harus mengupayakan agar sekitar 80 persen masyarakat Indonesia disuntik vaksin.

Berita Terkait : Pence: Saya tidak ingin disuntik …

“Ini perlu dilakukan agar tercipta imunitas komunal atau imunitas kawanan,” ujarnya.

Ia menyatakan, mereka yang menolak diberikan vaksin berpotensi menimbulkan masalah baru. Namun, dia menilai penolakan tersebut disebabkan karena minimnya pemahaman akan pentingnya vaksin di tengah pandemi.

Zubairi meminta pemerintah mencari cara efektif untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya vaksin. Selain itu, perlu segera dikeluarkan emergency use authorization (EUA) untuk vaksin Covid-19 dari BPOM.

“Begitu izin EUA dikeluarkan, tentu kami (IDI) menyambut baik,” kata Zubairi.

Ahli epidemiologi dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengatakan pemerintah tidak dapat memberlakukan program vaksin ketika situasinya tidak jelas. Menurut Dicky, pemerintah perlu memetakan siapa yang mau divaksinasi dan mana yang tidak.

Berita Terkait : Menjelang Vaksinasi Massal, Uji Pimpinan Uni Eropa Covid-19

Dicky juga menyampaikan bahwa pemerintah perlu menyiapkan strategi komunikasi yang efektif sebelum memulai program vaksin. Apalagi di Indonesia masih banyak masyarakat yang menolak vaksin karena lebih percaya pada teori konspirasi.

Namun yang terpenting adalah pemerintah harus memastikan keamanan vaksin sebelum memulai program vaksinasi. “Menentukan, memulai program vaksin, yang sangat penting dan fundamental adalah memastikan vaksin itu aman dan efektif,” kata Dicky.

Saat ini BPOM masih menunggu laporan interim (observasi) terkait uji coba vaksin dari berbagai negara. Salah satunya dari Brazil. Kepala BPOM Penny Lukito mengaku aspek keamanan vaksin Covid-19 sudah baik. Menurut dia, vaksin tersebut telah memenuhi persyaratan dalam sejumlah aspek yang ditetapkan BPOM.

“Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada efek samping yang kritis. Dari segi keamanan, vaksin Covid-19 ini bagus,” kata Penny dalam keterangannya kemarin. [BCG]


Source