7 Penyebab Diet Tapi Tidak Menurunkan Berat Badan

Jakarta, CNN Indonesia –

Diet Namun berat badan yang tidak menurun penyebabnya bisa bermacam-macam tergantung dari disiplin diet hingga gaya hidup.

Yang mungkin dilupakan banyak orang adalah bahwa proses penurunan berat badan tidak terjadi secara instan. Kondisi medis seseorang juga berkontribusi pada pengurangan jumlah lemak tubuh.

Jika bukan karena kondisi medis, berikut hal-hal yang bisa dijadikan catatan untuk mengevaluasi perjalanan diet Anda.

1. Tidak ingat apa yang Anda makan

Melupakan makan saat diet terjadi pada banyak orang. Penting untuk mengingat makanan mana yang Anda konsumsi lebih sedikit atau makan lebih sedikit.

Memantau semua jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi dalam catatan harian bisa membantu program diet yang sedang Anda jalankan.

Merujuk pada Healthline, mengutip sebuah penelitian yang mengharuskan para pelaku diet untuk membuat jurnal makanan yang konsisten, terbukti menurunkan berat badan lebih banyak daripada mereka yang tidak.

Dengan catatan makanan, mudah untuk mengingat dan melacak apa yang Anda makan dan batas porsi jenis makanan yang Anda makan.

2. Mengkonsumsi Lebih Sedikit Protein

Protein adalah nutrisi terpenting untuk menurunkan berat badan. Konsumsi protein dengan kadar 25-30 persen kalori harian berpotensi meningkatkan metabolisme tubuh hingga 80-100 kalori per hari.

Peningkatan ini otomatis membatasi keinginan mengonsumsi camilan, sehingga mengurangi asupan kalori berlebih yang diterima tubuh. Itu karena kandungan protein membantu menurunkan kadar hormon kelaparan yang disebut ghrelin.

Sarapan adalah waktu terbaik tubuh untuk menyerap protein. Hal ini berdasarkan sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa mereka yang sarapan tinggi protein akan merasa kenyang lebih lama, makan lebih sedikit dan kurang lapar serta mampu menekan keinginan ngemil sepanjang hari.

3. Terlalu Banyak Asupan Kalori

Sulit untuk mengontrol jumlah asupan kalori untuk menurunkan berat badan. Kebanyakan pelaku diet gagal membatasi asupan kalori mereka saat ini hari curang di akhir pekan. Sehingga asupan kalori saat terpantau dengan baik hari curang, Anda perlu menghitung jumlah kalori yang dibutuhkan.

ilustrasi nasi gorengLupa konsumsi kalori harian adalah penyebab dari diet tetapi berat badan tidak turun (Foto: iStockphoto / Reviano Auditra Putra)

Ada banyak cara untuk menghitung berapa kalori yang Anda butuhkan, misalnya menggunakan kalkulator kalori untuk menghitung berapa kalori yang harus Anda konsumsi. Sekarang banyak aplikasi yang menyediakan kalkulator kalori atau penghitung kalori.

Unduh aplikasi untuk membantu menghitung jumlah kalori yang dibutuhkan agar jumlah kalori yang dibutuhkan terkontrol dengan baik.

4. Kurangi Minum Air

Penyebab lain dari diet tetapi tidak menurunkan berat badan adalah minum lebih sedikit air. Minum air putih bermanfaat untuk menurunkan berat badan lebih cepat.

Studi tersebut menguji pelaku diet yang minum air sebelum makan selama 12 minggu. Hasilnya, mereka yang rutin minum setengah liter air putih 30 menit sebelum makan berhasil menurunkan berat badan 44 persen lebih banyak dibandingkan mereka yang tidak.

Merujuk pada Healthline, air juga membantu tubuh merasa kenyang dan membantu meningkatkan pembakaran kalori hingga 24-30 persen selama 1,5 jam. Air putih juga berguna untuk membantu Anda mengurangi keinginan minum minuman manis yang dapat membuat diet Anda gagal jika Anda sering mengkonsumsinya.

Halaman Webmd sarankan untuk mengkonsumsi minimal 6 gelas air setiap hari untuk membantu menurunkan berat badan karena air tidak memiliki kalori sama sekali.

5. Menunda Makan

Menunda makan hanya membuat perut Anda terasa lebih lapar dan berpotensi makan berlebihan. Ada baiknya jangan menunda makan saat lapar, jika terpaksa menunda atau menunda usahakan makan dalam beberapa porsi kecil.

Wanita kaukasia muda yang lapar menunggu dengan piring kosong.  Diet potret perawatan kesehatan.Menunda makan bisa menjadi penyebab diet tapi tidak menurunkan berat badan (Foto: Istockphoto / Morozov_photo)

Makan dalam porsi kecil mencegah Anda makan berlebihan dan mencegah Anda mengembangkan masalah perut seperti maag. Selain itu, makan berlebihan karena lapar dapat merusak program diet yang telah dijalankan selama seminggu penuh.

6. Olahraga Tidak Pantas

Penyebab sulitnya menurunkan berat badan meski sudah menjalani diet selanjutnya adalah olahraga yang tidak tepat. Jurnal melakukan studi Kedokteran & Sains dalam Olahraga & Latihan menyarankan 225-420 menit aktivitas fisik per minggu dapat membantu Anda menurunkan berat badan secara efektif.

Banyak jenis olah raga yang dapat membantu menurunkan berat badan, namun secara garis besar ada dua jenis olah raga yang biasa dilakukan oleh orang yaitu aerobik dan anaerobik.

Latihan aerobik berfokus pada daya tahan. Jenis latihan aktif ini melibatkan penggunaan kelompok otot besar secara terus menerus dan berulang, seperti kaki dan lengan. Contoh olahraga aerobik adalah jogging dan bersepeda.

Sementara itu, olahraga anaerobik melibatkan aktivitas singkat dan intens, seperti angkat beban atau lari cepat. Latihan aerobik mengandalkan suplai oksigen yang terus menerus untuk menghasilkan pembakaran energi. Sedangkan olahraga anaerobik menerima energi dari glukosa yang tersimpan di otot.

Keduanya sama-sama bermanfaat bagi kesehatan tetapi menurut American College of Sports Medicine, olahraga aerobik memiliki efek yang lebih langsung pada penurunan berat badan.

Latihan anaerobik lebih berfokus pada pembentukan massa otot dan pembakaran lemak secara perlahan. Namun, penderita anaerobik mampu mengubah lemak tubuh menjadi otot kering dari lemak. Kombinasi kedua latihan ini adalah metode terbaik untuk menurunkan berat badan.

7. Kurangnya Kualitas Tidur

Tidur merupakan faktor penting dalam menjaga kesehatan fisik, mental dan berat badan. Studi menunjukkan bahwa kurang tidur adalah pendorong terbesar obesitas. Orang dewasa dan anak-anak yang kurang tidur memiliki risiko 55 persen dan 89 persen lebih tinggi mengalami obesitas.

Wanita yang depresi bangun di malam hari, dia kelelahan dan menderita insomniaKurang tidur bisa berujung pada diet tetapi tidak menurunkan berat badan (Foto: Istockphoto / demaerre)

Alasannya, kurang tidur mengganggu metabolisme dan membuat Anda melewatkan sarapan. Sebisa mungkin kurangi dan hindari begadang agar kadar gula dan metabolisme tetap terjaga.

Berdasarkan National Sleep Foundation, orang dewasa berusia 18-65 tahun harus tidur selama 7 sampai 9 jam.

Itulah penyebab diet tetapi berat badan tidak berkurang. Yang perlu diperhatikan, program diet juga membutuhkan proses dengan waktu yang berbeda-beda untuk setiap orang. Gabungkan program diet sehat Anda dengan olahraga dan waktu istirahat yang cukup.

(imb / fjr)

[Gambas:Video CNN]


Source