7 Fakta Muhammadiyah Menarik Semua Dana di Bank Syariah Indonesia, Mengapa dan Mengapa? : Ekonomi Okezone

JAKARTA – Pengurus Pusat Muhammadiyah (PP) mengkaji penarikan semua dana yang tersimpan di Bank Syariah Indonesia. Nantinya, dana tersebut akan ditransfer ke bank syariah lainnya.

Namun sayangnya Muhammadiyah tidak menyebutkan jumlah dana yang akan ditarik dan bank syariah mana yang nantinya akan menyimpan transfer dana dari Bank Syariah Indonesia.

Berikut fakta-fakta penarikan dana Muhammadiyah dari Bank Syariah Indonesia yang dirangkum Okezone, Jakarta, Senin (21/12/2020).

1. PP Muhammadiyah Tidak Lagi Mendukung Bank Syariah Indonesia

Ketua Bidang Perekonomian PP Muhammadiyah Anwar Abbas mengatakan, ada kemungkinan Muhammadiyah tidak perlu lagi mendukung Bank Syariah Indonesia sehingga mungkin sudah saatnya mencairkan dan mentransfer semua dana yang ada di bank serta mengalihkan semua pembiayaannya. menerima ke bank baru yang menjadi mitranya.

Baca juga: ‘Dana Jumbo’ Muhammadiyah di Bank Syariah Ditaksir Hingga Rp 15 Triliun, Benarkah?

“Apakah bank syariah negara yang tidak ikut merger atau menjadi Bank Pembangunan Daerah Syariah (BPD) atau BPD yang memiliki unit syariah maupun untuk bank umum syariah atau bank umum yang memiliki unit syariah,” kata Anwar dalam pernyataan tertulis.

2. Bentuk Tim Khusus

PP Muhammadiyah akan membentuk tim khusus yang terdiri dari para ahli keuangan, bankir dan mantan bankir serta eks regulator untuk mempersiapkan penarikan seluruh dana Muhammadiyah di Bank Syariah Indonesia.

Baca juga: Dana Jumbo Muhammadiyah Ditarik dari Bank Syariah Indonesia Januari 2021?

Nantinya akan dipindahkan ke bank syariah mitra baru yang bersedia berkomitmen dengan Muhammadiyah untuk membantu memajukan perekonomian umat / masyarakat dan UMKM.

3. Dalam waktu dekat Tim Khusus akan Penarikan Uang di Bank Syariah

Tim yang segera dibentuk oleh PP Muhammadiyah agar dalam waktu dekat atau dalam waktu yang tidak lama dapat menarik dan mentransfer seluruh dana di Bank Syariah Indonesia hasil merger.

Baik dalam bentuk giro dan deposito pada bank syariah maupun yang memiliki unit syariah yang menjadi mitra baru yang ingin memiliki komitmen bersama dengan Muhammadiyah untuk memajukan perekonomian rakyat, perekonomian rakyat banyak dan UMKM, ” dia berkata.

4. Muhammadiyah Ditransfer ke Bank Ini

Anwar mengatakan, pihaknya akan mentransfer dananya ke bank syariah. Namun, dia tidak menjelaskan secara detail nama bank tersebut.

Baik berupa giro dan deposito pada bank syariah maupun yang memiliki unit syariah yang menjadi mitra baru yang bersedia memiliki komitmen bersama dengan Muhammadiyah untuk memajukan perekonomian umat, perekonomian rakyat banyak dan UMKM, “kata Anwar.

5. Inilah alasan Muhammadiyah menarik semua dana

Anwar Abbas menilai merger bank syariah milik negara menjadi Bank Syariah Indonesia akan membuat perekonomian banyak masyarakat di level Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) semakin tidak berdaya. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa hal.

Anwar menjelaskan, Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 17 Tahun 2015 tentang UMKM menyebutkan bahwa perbankan harus mengalokasikan setidaknya 20% kredit dan pembiayaan kepada UMKM. Dalam praktiknya, 2015 kurang dari 5%, 2016 kurang dari 10%, 2017 kurang dari 15% dan 2018 kurang dari 20%. Meski dalam amanat PBI di akhir tahun 2018, total kredit dan pembiayaan yang sudah dicairkan minimal 20%, namun nyatanya pada tahun 2019 hanya 19,1%.

“Tapi salah seorang komisaris bank bilang ke saya hanya 18%, padahal jumlah UMKM 99,99% dengan 64 juta pelaku dan 117 juta karyawan. Usaha besar hanya 0,01% dengan 5.550 pelaku dan hanya 3 pekerja. 5 juta Adil? ”Kata Anwar dalam keterangan tertulis.

6. Muhammadiyah Akan Menarik Semua Dana Dari Bank Syariah Indonesia, Ini kata BRIS

Sekretaris Perusahaan PT Bank BRI Syariah Tbk (BRIS) Mulyatno Rachmanto mengatakan komitmen Bank Syariah Indonesia kepada pelaku UMKM tidak akan lepas. Bahkan dengan penyatuan tiga bank tersebut, Bank Syariah Indonesia akan dapat memperkuat dukungan kami kepada lebih banyak pelaku UMKM di Indonesia.

“Dalam Rancangan Penggabungan yang kami publikasikan, komitmen untuk mendukung UMKM dinyatakan dengan jelas,” kata Mulyatno, di Jakarta.

Ia mengatakan, Bank Syariah Indonesia akan terus memberikan dukungan kepada pelaku UMKM, antara lain melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta melalui produk dan layanan keuangan syariah yang sesuai dengan kebutuhan UMKM, baik secara langsung maupun melalui sinergi dengan bank Himbara dan Pemerintah Indonesia.

“Kami juga siap bekerjasama dengan Muhammadiyah, NU dan ormas lainnya untuk memajukan pelaku UMKM Indonesia. Karena mereka adalah tulang punggung perekonomian nasional,” ujarnya.

7. Dana Muhammadiyah Jumbo

Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PP) berencana menarik seluruh dana yang tersimpan di Bank Syariah Indonesia. Nantinya, dana tersebut akan ditransfer ke bank syariah lainnya.

Kabar beredar, dana PP Muhammadiyah yang tersimpan di Bank Syariah Indonesia mencapai Rp 15 triliun.

Saat dikonfirmasi terkait besaran dana tersebut, Ketua Umum PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi Anwar Abbas mengatakan Pimpinan Umum Muhammadiyah akan memberikan penjelasan resmi terkait penarikan seluruh dana yang tersimpan di Bank Syariah Indonesia pada Senin, 21 Desember 2020.

“Tunggu hari Senin, Ketua Umum akan menggelar konferensi pers,” ujarnya.

Source