6 Manfaat Saffron, Rempah Termahal Di Dunia

KOMPAS.com – Saffron sekarang menjadi salah satu bumbu dapur yang paling dicari, dan banyak digunakan. Tanaman ini dipercaya memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan.

Saffron berasal dari putik dan benang pada bunga Crocus sativus. Saffron adalah salah satu rempah termahal di dunia yang harus dipanen secara manual.

Di sejumlah situs, saffron dijual dengan harga 3.500-160.000 dolar AS per kilogram atau sekitar Rp 52.500.000 hingga Rp 2,4 miliar per kilo (dengan kurs 1 dolar AS = Rp 15.000), tergantung kualitasnya.

Meluncurkan Web MDBumbu ini sering digunakan untuk mengobati depresi, kecemasan, penyakit Alzheimer, kram menstruasi (disminore), dan sindrom pramenstruasi (PMS).

Saffron mengandung bahan kimia yang mengubah suasana hati, membunuh sel kanker, mengurangi peradangan, dan bertindak seperti antioksidan.

Berikut manfaat kesehatan dari kunyit Healthline dan Berita Medis Hari Ini:

1. Antioksidan

Saffron kaya akan antioksidan, dengan bahan-bahan seperti crocin, pricrocin, safranal, kaempferol, dan crocetin.

Antioksidan mampu melawan stres oksidatif dan radikal bebas di dalam tubuh.

Seperti diketahui, stres oksidatif dan radikal bebas dapat menyebabkan kanker dan penyakit jantung.

2. Mencegah gangguan sistem saraf

Antioksidan dalam saffron dapat berperan dalam melindungi tubuh dari gangguan yang memengaruhi sistem saraf.

Sebuah studi tahun 2015 mencatat bahwa senyawa dalam saffron, seperti crocin, mampu mengurangi peradangan dan kerusakan oksidatif di otak.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Antioxidants mengatakan, secara teoritis, kunyit dapat membantu mengobati gejala Alzheimer, karena sifatnya yang meningkatkan memori dan efek antioksidan dan anti-inflamasi.

3. Memperbaiki mood

Saffron juga dikatakan dapat membantu meningkatkan mood dan mengobati depresi.

Belajar di Jurnal Perilaku dan Ilmu Otak Ditemukan, ekstrak saffron ternyata mampu meningkatkan kadar dopamin di otak tanpa mengubah kadar hormon otak lain seperti serotonin.

Penelitian lain menunjukkan bahwa mengonsumsi 30 miligram setiap hari dapat menyebabkan efek yang mirip dengan obat untuk depresi ringan hingga sedang, seperti imipramine dan fluoxetine.

Namun, terlalu dini untuk merekomendasikan kunyit untuk mengatasi gejala depresi.

4. Mengurangi gejala PMS

Konon, kunyit bisa mengurangi gejala sindrom pramenstruasi (PMS). Sebuah studi tahun 2015 mengamati penelitian kunyit dan gejala PMS.

Dari penelitian tersebut, wanita berusia 20-45 tahun yang mengonsumsi 30 miligram setiap hari memiliki gejala yang lebih sedikit dibandingkan dengan kelompok yang mengonsumsi plasebo.

Selain itu, wanita yang mencium baunya selama 20 menit memiliki kadar hormon stres kortisol yang lebih rendah, yang juga dapat berkontribusi pada penurunan gejala PMS.

5. Menurunkan berat badan

Saffron juga dikatakan membantu menurunkan berat badan dan mengurangi nafsu makan.

Sebuah studi di Jurnal Penelitian Kardiovaskular dan Toraks Ditemukan, mengonsumsi ekstrak kunyit ternyata dapat membantu penderita penyakit arteri koroner menurunkan indeks massa tubuh (BMI), massa lemak total, dan lingkar pinggang.

Perlu dicatat bahwa dosis yang sangat tinggi mungkin lebih berbahaya untuk kelompok tertentu.

6. Kesehatan jantung

Saffron memiliki banyak komponen kimia berbeda, beberapa di antaranya dapat membantu menurunkan tekanan darah dan memberikan perlindungan terhadap penyakit jantung.

Studi pada tikus menunjukkan bahwa saffron menurunkan tekanan darah. Sedangkan pada penelitian lain yang menggunakan kelinci, ditemukan saffron efektif menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida.

Satu penelitian pada manusia di Indian Journal of Medical Sciences mengungkapkan bahwa saffron dapat mengurangi kemungkinan kolesterol jahat yang menyebabkan kerusakan jaringan.

Source