6.000 Warga Mendapat Covid-19 Setelah Vaksinasi, 74 Meninggal

Jakarta, CNBC Indonesia – Telah divaksinasi bukan berarti seseorang kecil kemungkinannya tertular corona. Seseorang masih harus berpegang pada protokol kesehatan dan menjaga jarak.

Ini setidaknya dibuktikan oleh Amerika Serikat (AS). Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyebutkan terdapat 6.000 kasus penularan Covid-19 yang terjadi setelah vaksinasi atau sekitar 0,007% dari 84 juta penduduk.

Menurut institut tersebut sebanyak 30% tidak menunjukkan gejala. Meski begitu, tercatat 396 orang dirawat di rumah sakit dan 74 meninggal dunia.

“Dengan vaksin apa pun, kami mengharapkan kasus yang jarang terjadi. Tetapi sejauh ini dari 84 juta orang yang divaksinasi penuh, kami hanya menerima laporan kurang dari 6.000 kasus terobosan,” kata Direktur Pusat CDC Walensky. CNBC Internasional, Selasa (20/4/2021).

Meskipun demikian, dia cukup senang bahwa sebagian besar vaksin berfungsi. Namun di sisi lain, dia yakin, jumlah orang yang tertular pasca vaksin mungkin lebih banyak dari yang tercatat.

“Ini menunjukkan apa yang telah kita diskusikan tentang vaksin ini. Mereka juga membantu mencegah Anda sakit parah,” katanya.

Separuh dari semua orang dewasa di AS telah menerima setidaknya satu dosis vaksin virus corona. Dari 65 tahun ke atas, 81% telah menerima satu atau lebih dosis dan sekitar dua pertiga telah divaksinasi penuh.

Namun meski begitu, angka penularan Covid-19 di negara itu masih yang tertinggi di dunia. Hingga saat ini telah terjadi 31,7 juta infeksi dengan 567 ribu kematian di negeri Paman Sam itu.

AS sendiri menggunakan vaksin yang diproduksi oleh perusahaan lokal Pfizer dan Moderna. AS juga menggunakan vaksin Johnson & Johnson, meskipun sekarang telah ditangguhkan sementara karena kasus pembekuan darah yang jarang terjadi.

[Gambas:Video CNBC]

(sef / sef)


Source