5 Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Tanpa Obat, Aman dan Efektif

KOMPAS.com – Tekanan darah tinggi adalah masalah kesehatan yang umum. Namun tekanan darah yang terlalu tinggi dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan masalah yang serius.

Salah satu masalah serius akibat tekanan darah tinggi adalah kerusakan pembuluh darah yang dapat menyebabkan komplikasi penyakit kronis.

Komplikasi ini termasuk stroke, gagal jantung, kehilangan penglihatan, gagal ginjal, dan masalah kesehatan lainnya.

Seringkali, tekanan darah tinggi tidak menimbulkan gejala. Namun, pemeriksaan rutin penting untuk mengontrol tekanan darah dan mencegah keadaan darurat.

Penyebab tekanan darah tinggi

Melaporkan dari Berita Medis Hari Ini, 13 November 2019, tekanan darah tinggi bisa terjadi saat seseorang kelebihan berat badan, diabetes tipe 2, penyakit ginjal, lupus, tiroid yang terlalu aktif atau kurang aktif, dan kondisi bawaan.

Baca juga: Angry Nature Picu Tekanan Darah Tinggi

Namun, terkadang penyebab tekanan darah tinggi belum diketahui secara pasti. Untuk kasus ini, dokter akan mendiagnosis tekanan darah tinggi primer.

Selain itu, gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, minum alkohol, dan konsumsi lemak yang tinggi juga dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

Kabar baiknya adalah tekanan darah tinggi dapat diobati dengan perubahan gaya hidup. Pola hidup sehat akan membantu mengontrol tekanan darah dan mengurangi risiko penggunaan narkoba.

Melaporkan dari HealthlineBerikut 5 cara menurunkan tekanan darah tinggi tanpa obat.

1. Tingkatkan aktivitas fisik

Saat tubuh rutin melakukan aktivitas fisik, detak jantung dan pernapasan akan meningkat.

Baca juga: Tekanan Darah Tinggi pada Lansia Kurangi Risiko Demensia

Seiring waktu, jantung Anda akan menjadi lebih kuat, yang mengurangi tekanan pada arteri Anda dan mampu menurunkan tekanan darah Anda.

American College of Cardiology (ACC) dan American Heart Association (AHA) merekomendasikan aktivitas fisik intensitas sedang hingga tinggi untuk sesi 40 menit setiap tiga atau empat kali per minggu.

2. Batasi gula dan karbohidrat olahan

Banyak penelitian ilmiah menunjukkan bahwa konsumsi gula dan karbohidrat olahan secara terbatas dapat membantu menurunkan berat badan dan tekanan darah.

Sebuah studi tahun 2010 membandingkan efek diet rendah karbohidrat dengan diet rendah lemak.

Keduanya dapat membantu Anda menurunkan berat badan, tetapi diet rendah karbohidrat lebih efektif menurunkan tekanan darah tinggi.

Baca juga: Indonesia masuk dalam daftar 5 besar negara kasus tekanan darah tinggi

3. Tingkatkan kalium dan kurangi natrium

Mengurangi asupan natrium dan meningkatkan kalium juga dapat menurunkan tekanan darah tinggi.

Meningkatkan asupan kalium akan mengurangi efek natrium dalam tubuh serta mengurangi ketegangan pada pembuluh darah.

Namun, diet tinggi kalium bisa berbahaya bagi penderita penyakit ginjal, jadi bicarakan dengan dokter Anda terlebih dahulu.

4. Kurangi makanan olahan

Kebanyakan makanan olahan mengandung lebih banyak garam. Padahal, makanan berlabel “rendah lemak” juga tinggi garam dan gula untuk mengimbangi berkurangnya lemak.

Baca juga: Tanpa Gejala, Banyak Orang Tidak Sadar Mereka Mengalami Tekanan Darah Tinggi

Mengurangi konsumsi gula, garam, dan karbohidrat olahan akan sangat membantu dalam menurunkan tekanan darah tinggi.

5. Mengurangi stres

Ada banyak hal yang bisa memicu stres, mulai dari pekerjaan, keluarga, pasangan, dan lain sebagainya. Untuk itu, stres berlebih penting untuk segera diatasi.

Berbagai cara bisa dilakukan untuk mengurangi stres dan memilih yang paling Anda sukai, misalnya olahraga, membaca buku, melakukan hobi, dan senam pernapasan.

Source