455 Pendukung Imam FPI Rizieq Shihab Ditangkap, 7 Tersangka

Jakarta, CNN Indonesia –

Sebanyak 455 simpatisan dengan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang mengikuti Aksi 1812 ditangkap oleh Polda Metro Jaya. Mereka ditangkap karena menolak mengikuti operasi kemanusiaan berupa rapid test Covid-19.

“Jadi yang diamankan adalah yang ikut demo, dari operasi kemanusiaan yang kita lakukan, mereka menghindarinya,” kata Kabag Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Yusri Yunus saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (19/12) kemarin.

Usai ditangkap, Polda Metro Jaya melakukan uji cepat terhadap 455 pengunjuk rasa yang ditangkap. Sebanyak 28 di antaranya dinyatakan reaktif terhadap Covid-19, sehingga terus dilakukan tes usap.

“Ada 28 yang reaktif dan kita swab di Wisma Olahragawan. Kita sudah serahkan di sana. Kita tunggu yang berkompeten dari Wisma Atlet di sana. Hasilnya seperti yang mereka tahu semuanya,” kata Yusri.

Selain itu, sebanyak tujuh dari 455 massa Aksi 1812 ditetapkan sebagai tersangka. Polda Metro Jaya menemukan lima di antaranya membawa senjata tajam, sedangkan dua di antaranya membawa narkoba jenis ganja.

Yusri mengatakan lima tersangka yang membawa senjata tajam ditangkap di wilayah Tangerang dan Jakarta Utara. Sementara itu, dua tersangka pembawa ganja ditangkap di Depok dalam perjalanan menuju Jakarta.

Lebih lanjut Yusri mengatakan ada kemungkinan jumlah tersangka masih akan bertambah. Pasalnya, hingga saat ini pihaknya masih mendata ratusan orang yang diamankan.

Sebelumnya Koordinator Aksi Lapangan 1812, Rijal Kobar, menyatakan pihaknya siap memberikan bantuan kepada ratusan orang yang ditangkap polisi.

Aksi 1812 itu diketahui dimotori oleh Aliansi Anti Komunis Nasional (ANAK) NKRI. Tuntutan dalam aksi ini antara lain meminta agar penembakan enam anggota laskar FPI diusut tuntas hingga mendesak agar pemimpin FPI Rizieq Shihab dibebaskan tanpa syarat.

(dik / DAL)

[Gambas:Video CNN]


Source