39 Tewas dan 79 Cidera Ketika Orang Arab dan Non-Arab Bentrok di Sudan

TEMPO.CO, – Bentrokan terjadi antara orang Arab dan non-Arab di Darfur Barat Sudan. Kejadian ini menewaskan sedikitnya 32 orang dan melukai 79 lainnya.

“Mengerikan. Hingga saat ini, orang tidak dapat menjangkau rumah sakit mana pun,” kata Salah Saleh, seorang dokter dan mantan direktur medis di rumah sakit utama di ibukota provinsi Genena.

Seorang pekerja, Al-Shafei Abdalla, mengatakan bentrokan dimulai dengan penikaman seorang pria Arab hingga tewas di sebuah pasar di kamp Krinding pada hari Jumat. Aparat keamanan telah menangkap pelaku.

Namun keesokan harinya, keluarga almarhum dari suku Arab Rizeigat menyerang kamp Krinding. “Dan membakar sebagian besar rumah di sana,” kata Abdalla.

Adam Regal, juru bicara organisasi lokal yang membantu mengelola kamp pengungsi di Darfur, berbagi rekaman yang menunjukkan rumah dan properti terbakar di kamp Krinding setelah serangan hari Sabtu.

Video tersebut menunjukkan bagaimana orang terluka dengan berpakaian darah. Rekaman itu juga menunjukkan wanita dan anak-anak membawa barang-barang mereka, yang diduga melarikan diri dari bentrokan di kamp

Baca juga: Normalisasi Hubungan Israel, Netanyahu Kirim Gandum ke Sudan

Gubernur Mohammed Abdalla Al-Douma mengatakan pemerintah akan memberlakukan jam malam yang akan mencakup penutupan semua pasar dan larangan pertemuan di seluruh provinsi sebagai akibat dari insiden ini.

Al-Douma mengamanatkan pasukan keamanan dan tentara untuk menggunakan kekuatan untuk mengendalikan situasi.

Kantor perdana menteri di Khartoum mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa delegasi tingkat tinggi yang dipimpin oleh jaksa penuntut utama Sudan akan menuju ke Genena. “Untuk mengambil tindakan yang diperlukan dan membangun kembali stabilitas di Darfur Barat,” katanya.

BERITA ARAB

https://www.arabnews.com/node/1793891/middle-east

Source