3 Negara Mengepung Rusia, Mengutuk Penangkapan Alexei Navalny

MOSKWA, KOMPAS.com – Rusia dikecam tiga negara, yakni Amerika Serikat (AS), Prancis, dan Lithuania, atas tindakannya menangkap pemimpin oposisi Alexei Navalny, di bandara Moskow, Minggu (17/1/2021).

Pria 44 tahun itu ditangkap oleh Rusia di bandara Sheremetyevo, kurang dari satu jam setelah mendarat dari Berlin, Jerman.

Di Berlin ia menghabiskan waktu sekitar lima bulan, setelah pingsan diduga akibat keracunan racun Novichok yang diperintahkan oleh Presiden Vladimir Putin.

Baca juga: Alexei Navalny Ditahan Rusia Saat Mendarat di Moskow

Amerika Serikat, melalui Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, mengutuk keras penangkapan Navalny dan menuntut pembebasannya.

“Kami sangat prihatin bahwa penahanannya merupakan upaya terbaru untuk membungkam Navalny dan tokoh oposisi lainnya, serta suara independen yang mengkritik otoritas Rusia,” katanya seperti dikutip. AFP.

AS juga telah bergabung dengan Uni Eropa dalam mengutuk penangkapan tersebut. Salah satunya Prancis yang mendesak Rusia agar segera membebaskan Alexei Navalny.

Baca juga: Saingan politik Putin, Alexey Navalny, terancam hukuman penjara jika tak tampil di Moskow

“Prancis menanggapi penangkapan Alexei Navalny di Rusia dengan perhatian yang sangat kuat,” kata Kementerian Luar Negeri Prancis.

“Bersama dengan mitra di Eropa, kami memantau situasi dengan sangat waspada dan menyerukan pembebasannya segera.”

Kemudian Menteri Luar Negeri Lithuania Gabrielius Landsbergis meminta Uni Eropa untuk menjatuhkan sanksi kepada Rusia.

Sementara itu Amnesty International menuduh Rusia melakukan upaya gencar membungkam Navalny.

Baca juga: Dokter Jerman Ungkap Bukti Keracunan Novichok Alexei Navalny

Source