3 Alasan Kementerian Kesehatan Memperpanjang Interval Vaksin Sinovac 2-Dosis menjadi 28 Hari

Jakarta

Interval pemberian vaksin Sinovac diperpanjang, jangka waktu pemberian vaksin Corona dosis kedua untuk umur 18-59 tahun menjadi 28 hari. Sebelumnya, ketentuan ini diketahui hanya diperuntukkan bagi lansia, berdasarkan hasil uji klinis, sedangkan untuk dewasa hanya 14 hari.

Perubahan interval pemberian vaksin tertuang dalam Surat Edaran Kemenkes Nomor HK.02.02 / I / 653/2021 terkait Optimalisasi Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19. Ada tiga poin yang menjadi sorotan terkait perubahan interval vaksin, salah satunya adalah mempercepat proses penggunaan vaksin sebelum tanggal kadaluwarsa.

3 poin berikut ini tercantum dalam surat edaran Kementerian Kesehatan.

1. Penambahan alternatif interval penyuntikan dosis pertama dan kedua yaitu 28 hari untuk populasi dewasa (18-59 tahun). Alternatif ini dapat dipilih dalam pelaksanaan kegiatan vaksinasi yang menargetkan penduduk dewasa dan lanjut usia secara bersamaan;

2. Vaksin COVID-19 harus digunakan sesegera mungkin karena memiliki masa pakai yang singkat yaitu 6 bulan sejak tanggal produksi. Pemantauan ketat penggunaan vaksin diperlukan untuk mencegah limbah vaksin;

3. Mengoptimalkan indeks penggunaan vaksin dengan tetap menjaga kualitas vaksin. Vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh PT. Biofarma dapat dioptimalkan untuk pemakaian maksimal 11 dosis @ 0,5 ml, sesuai surat Biofarma nomor SD-023.12 / DIR / III / 2021 tanggal 12 Maret 2021 perihal: Penjelasan volume vaksin.

Perpanjangan interval vaksin Sinovac juga dikonfirmasi oleh juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, Dr. Siti Nadia Tarmizi. Menurutnya, perubahan interval antar vaksin ditujukan untuk mempermudah pemberian usia dan dewasa secara simultan.

Meski begitu, dr Nadia menegaskan untuk menganjurkan pemberian dosis kedua dalam kurun waktu 14 hari. Ini untuk mempercepat vaksinasi COVID-19.

“Iya (diperpanjang 28 hari), surat edarannya sudah ada. Itu alternatif ya, kita masih dorong selama 14 hari,” jelas dr Nadia saat dihubungi detik.com.

Pembahasan interval vaksin dilakukan dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Komite Pertimbangan Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI).

Menonton video “Dengan persetujuan BPOM, pada usia inilah vaksin AstraZeneca dapat disuntikkan
[Gambas:Video 20detik]
(naf / atas)


Source