18 Tentara Tewas dalam Serangan Pembalasan oleh Warga Sipil Myanmar

Seorang pengunjuk rasa anti kudeta melemparkan bom asap terhadap tindakan keras polisi di Kota Thaketa Yangon, Myanmar, Sabtu 27 Maret 2021. (Sumber: AP Photo)

YANGON, KOMPAS.TV – Bahwa berdasarkan kejadian sebelumnya, warga di kota perbatasan Tamu, Myanmar, melancarkan serangan balasan terhadap junta militer pada Minggu (11/4/2021).

Akibat penyerangan tersebut, organisasi bersenjata setempat mengatakan bahwa 18 tentara junta militer dilaporkan tewas. Namun menurut keterangan saksi, 19 orang tewas.

Baca juga: Lebih dari 700 orang Myanmar telah dibunuh oleh pasukan keamanan mereka sendiri sejak kudeta 1 Februari

“(Sehari sebelumnya) polisi dan tentara menggunakan peluncur granat, senapan mesin, dan bahan peledak untuk melawan kami. Kami juga mendengar bahwa 19 tentara tewas ketika granat dilemparkan ke truk militer,” kata seorang saksi mata, seperti dikutip media Irrawaddy.

Lebih jelasnya, kemarahan warga dipicu oleh aparat keamanan yang menembak salah satu kepala warga yang tidak ikut protes hingga tewas.

Selain itu, diketahui seorang warga lainnya juga pernah dipukul oleh tentara junta militer.

Baca juga: Pasukan Junta Militer Myanmar Pakai Granat dan Senjata Berat, Lebih dari 80 Orang Tewas

Source